Ini Dia Vivaldi, Web Browser Baru Tercepat dan Tetap Stylist


Inovasi produk bukan hanya atas dasar ekspektasi bisnis internal saja, namun memenuhi kebutuhan masyarakat yang sebenarnya menjadi prioritas utama dalam memenangkan persaingan bisnis.

Salah satunya adalah bisnis teknologi. Ini yang tampaknya dilakukan oleh para developer eks Opera. Beberapa bekas karyawan Opera Web Browser kini membangun aliansi sendiri untuk membangun teknologi web browser yang diklaim dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh dunia. Web browser tersebut bernama Vivaldi Web Browser.

Menurut informasi yang disampaikan dalam lamannya. Ide pembuatan Vivaldi sendiri tercetus pada tahun awal 2015. Setelah 11 tahun lamanya mereka berkecimpung dengan industri layanan web browsing. Mereka menilai, dewasa ini Opera semakin kehilangan marwahnya sebagai web browser yang dinilai tidak lagi mengutamakan layanan masyarakat, melainkan sebatas ekspektasi bisnis semata.

Para developer Vivaldi mengklaim jika produk baru mereka merupakan aplikasi web browser yang memiliki kecepatan dan paling ringan dibandingkan dengan web browser lainnya. Aplikasi ini pun sudah dapat berjalan di berbagai platform seperti Windows, Mac OS maupun Linux. Untuk merasakan performanya, publik diberikan kebebasan untuk mendownload secara gratis dan sudah masuk ke versi 1.0.94.2.


Orang-orang yang mengembangkan Vivaldi sendiri tergolong orang-orang yang expert dalam pengembangan aplikasi. Diantaranya adalah André Schultz. Dia adalah developer Vivaldi Technologies dan merupakan bekas Software Developer dari Opera Software ASA selama 114 tahun.

Selain Schultz, sang desainer Vivaldi juga memiliki pengalaman yang sangat mumpuni di bidangnya. Dia adalah Henrik Helmers. Sang desainer muda ini juga memiliki pengalaman yang tak bisa dianggap remeh.

Dalam divisi desainer, Helmers sendiri pernah bekerja di Opera Software ASA selama 2 tahun sebagai Interface Designer. Selain itu, pada tahun 2013 diajuga menjabat sebagai Designer di Opera Software setelah sempat keluar dan bekerja di Dagbladet selama 1 tahun sebagai Web Developer.

Tak tanggung-tanggung, CEO Vivaldi Technologies sendiri adalah bekas orang penting di Opera Software. Dia adalah Jon von Tetzchner. Founder sekaligus CEO Opera itu kini memimpin berkembangan bisnis di Vivaldi. Ia terakhir menjabat sebagai Chief Officer pada tahun 2010 hingga tahtanya pun harus diduduki oleh Lars Boilesen.
Previous
Next Post »

Silahkan tinggalin jejak kamu di sini ya Guys.... :D ConversionConversion EmoticonEmoticon